News

5 Strategi Marketing untuk Bisnis Rental Kamera atau Sewa Lensa

Bisnis rental kamera adalah salah satu bisnis yang menjanjikan di tahun 2023 ini karena biaya operasional dan biaya marketingnya tergolong cukup efisien dan hemat, sementara margin keuntungan bisa jauh lebih besar dibandingkan bisnis lainnya. Tetapi, strategi marketing untuk bisnis rental kamera bisa dibilang cukup unik dan kamu harus tahu beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan bisnis rental kamera kamu, berikut ini dia strategi marketing untuk bisnis rental kamera.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Makanan Korea yang Menjanjikan 2023

Strategi marketing untuk tiap lini bisnis atau industri tentunya berbeda-beda. Tidak semuanya bisa dicocokkan sama rata. Misalnya, untuk bisnis rental kamera akan lebih dominan untuk menggunakan digital marketing channel berupa website dan media sosial, sementara untuk bisnis lainnya misalnya FnB bisa lebih fokus ke optimasi di Google Maps dan media sosial. Oleh karena itulah, mintor ingin membagikan strategi marketing terbaik dan ampuh untuk bisnis rental kamera yang mampu meningkatkan penjualan secara masif.

Untuk memulainya, saat ini dunia rental kamera sudah sangat canggih, dengan beragam produk kamera dan lensa terbaru, serta aksesoris fotografi dan videografi lainnya. Terkadang, untuk bisa beradaptasi dalam dunia bisnis yang dinamis ini menjadi salah satu tantangan bagi para pengusaha. Apalagi, dengan kehadiran media sosial yang mendadak populer dua tahun terakhir ini, yakni TikTok. Bagaimana caranya memanfaatkan strategi marketing ini untuk bisa meningkatkan penjualan?

Strategi Marketing Terbaik untuk Bisnis Rental Kamera

Pertama, sebelum kita melanjutkan tentang strategi marketing ini, kita harus terlebih dahulu menganalisis kompetitor bisnis. Saat ini, bisnis rental kamera yang sedang naik daun sudah cukup menjamur di daerah Jakarta dan kota-kota besar lainnya, bisa dibuktikan ketika kamu searching di Google tentang kata kunci “sewa kamera”. Kamu bisa lihat satu per satu strategi mereka, misalnya, berapa harga yang mereka tawarkan, dan media apa saja yang digunakan untuk promosi bisnis jasa sewa kamera tersebut? Dari sini, barulah kita mulai menggagas strategi marketing untuk bisnis rental kamera.

Baca juga: Kenapa Bisnis Saya Tidak Muncul di Halaman Pertama Google?

1. Memanfaatkan Website

Tidak bisa dipungkiri bahwa website masih menjadi primadona bagi bisnis rental kamera atau sewa kamera. Alasan utamanya adalah karena tingginya konversi dari website. Bahkan jika kita melakukan riset melalui Google Trends, kita dapat menemukan bahwa kata kunci “sewa kamera” masih memiliki minat yang tinggi sepanjang tahun.

Selain karena konversinya yang tinggi, menggunakan website juga memiliki manfaat lainnya seperti: membantu meningkatkan digital presence, memperkuat branding, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan untuk bahan promosi atau iklan lainnya.

Cara membuat website juga tergolong mudah, kamu hanya perlu membeli domain dan hosting, kemudian setting template dan dari situ utak-atik sampai website kamu benar-benar menampilkan esensi bisnis secara keseluruhan. Cek saja dari website kompetitormu seperti apa, kamu bisa ambil inspirasi dari situ.

Baca juga: Apakah Indonesia Akan Mengalami Housing Bubble?

2. Menggunakan Media Sosial

Media sosial juga salah satu alat penting untuk menghasilkan penjualan. Berdasarkan laporan dari WeAreSocial, jumlah aktif pengguna media sosial mencapai 4,62 miliar, dan angka ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Maka, tidak heran bahwa sekarang ini sudah banyak brand atau bisnis yang multinasional mulai aktif di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan lain-lainnya. Ini dikarenakan demand digitalisasi semakin tinggi, konsumen kini lebih prefer untuk membeli secara online, atau setidaknya melihat-lihat produk secara online sebelum membelinya di toko fisik. Seperti misalnya, mengecek review bahan bangunan sebelum kemudian membelinya di toko bangunan terdekat.

Itulah sebabnya, bisnis rental kamera atau sewa kamera kamu juga harus ada di media sosial. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan brand awareness dengan harapan bahwa di antara target audiens kamu yang ada di Instagram dapat berubah menjadi konversi penjualan. Fakta uniknya adalah brand yang aktif di media sosial dapat meningkatkan kredibilitas, karena selalu update dengan informasi terbaru.

Terus posting hal-hal yang berkaitan dengan dunia fotografi, videografi, kamera, lensa, atau semua yang berkaitan dengan target audiens kamu. Karena mintor yakin target audiens kamu akan lebih senang atau tertarik jika kamu memberikan posting tentang “5 rekomendasi lensa untuk foto jarak jauh”. Identitas brand kamu sebagai brand sewa kamera tentunya akan semakin dikenal dan dipromosikan ke banyak orang.

3. Mengenali target audiens

Sebelumnya kita telah membahas target audiens pada poin kedua, tapi, sobat pengusaha di sini sudah pada tahu kan tentang target audiens? Tentu saja, dalam strategi marketing, target audiens atau buyer persona adalah orang yang kita targetkan untuk menjangkau produk atau jasa yang ditawarkan.

Pastikan target audiens tidak salah sasaran. Jangan sampai terjadi kasus di mana bisnis kamu merupakan bisnis rental kamera tapi target audiens kamu adalah orang-orang yang menyukai mainan anak-anak. Definisikan buyer persona dengan melakukan riset pasar. Misalnya, tanyakan pada dirimmu tentang hal ini, “apa yang akan dicari oleh orang-orang yang ingin menyewa kamera?”, kemudian juga tentukan target audiens atau pasar kamu.

Target pasar kamu ini penting juga untuk menunjang bisnis yang stabil. Jika kamu membuka bisnis sewa kamera di daerah Bali, tentunya target pasar kamu kemungkinan terbesarnya adalah turis atau wisatawan. Oh iya, mintor juga sudah cek ternyata Bali merupakan daerah terfavorit untuk rental kamera dan lensa, dibuktikan dengan jumlah pencarian kata kunci “sewa kamera” di daerah Bali prevalensinya lebih banyak dibandingkan daerah lainnya.

Nah, berkaitan dengan hal tadi, kalau target pasar kamu adalah wisatawan, kamu bisa gunakan promosi atau campaign yang menyesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Misalnya, kamu bisa meluncurkan jasa terbaru sewa kamera per jam, atau campaign promosi kamu bisa menggunakan copywriting bahasa Inggris.

Ini adalah bagian dari riset pasar dan salah satu langkah terpenting dalam menyusun strategi marketing terbaik untuk bisnis rental atau sewa kamera kamu, jangan sampai salah menentukannya.

Jangan sampai kamu salah melakukan riset pasar hingga berujung pada bangkrut. Seperti 8 startup yang bangkrut di Indonesia.

4. Melakukan paid promote atau campaign berbayar

Pernahkah kamu ketika sedang melihat-lihat Instagram, ada postingan yang lewat di depan matamu. Tapi, bukannya postingan temanmu, yang ada postingan tersebut adalah iklan dari produk yang sudah lama ingin kamu beli. Ya, ini adalah zaman digital, zaman canggih yang memungkinkan kita untuk beriklan sesuai target atau preferensi.

Zaman digital ini berbeda dibandingkan teknik pemasaran konvensional yang mengandalkan baliho, membayar ratusan juta dan menjangkau pada konsumer yang tidak tertarget dengan tepat atau akurat. Inilah sebabnya, banyak pengusaha rental kamera mengandalkan digital marketing untuk meningkatkan penjualan bisnis mereka.

Kamu bisa coba untuk mempelajari bagaimana caranya untuk mengiklan di Google Ads atau Meta Ads. Intinya, yang sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Masing-masing platform seperti Google Ads dan Meta memiliki database yang berbeda dan harga bid yang berbeda pula.

Kalau Google Ads, dia adalah produk dari perusahaan mesin pencari ternama yakni Google yang memungkinkan individu atau organisasi (bisnis) untuk beriklan di platformnya, misalnya di YouTube, atau di mesin pencari, atau di website yang terafiliasi dengan Google AdSense.

Sementara itu di Meta Ads, kita mengenalnya dengan nama Facebook, Inc., sebelum dia mengganti namanya menjadi Meta. Tentu saja, tidak hanya Facebook, dengan Meta Business Suite kamu bisa beriklan di berbagai macam platform besutan Meta seperti Instagram.

Untuk harganya relatif, dan di Indonesia sebenarnya CPC tergolong wajar, malah bisa dibilang murah. Kamu bisa berekspektasi untuk mendapatkan satu orang trafik hanya dengan membayar Rp 350 saja. Tapi, dari satu orang trafik itu belum tentu bisa dikonversikan menjadi penjualan. Biasanya rasio konversi adalah 1:100. Artinya, untuk setiap 100 orang yang datang ke website atau media sosial bisnis rental kamera kamu, kemungkinan terjadinya penjualan adalah dari 1 atau 2 orang saja.

Lagi-lagi, ini tergantung strategi marketing dan campaign yang kamu jalankan sudah efektif menjangkau target pasar atau belum. Pelajari terlebih dahulu tentang demografi, minat, dan kesukaan target konsumen kamu. Misalnya, kamu mungkin saja menemukan orang-orang yang ingin melakukan sewa kamera adalah orang yang berumur 25 tahun ke atas dengan mempunyai minat fotografi atau videografi atau hal-hal di bidang kreatif.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja dan Bisnis

5. Membuat kartu membership

Mintor sebelumnya pernah mengunjungi salah satu bisnis rental kamera di daerah Jakarta. Dan, prosesnya adalah ketika kita ingin menyewa kamera, akan terlebih dahulu menulis formulir beserta menyerahkan data diri pribadi seperti KTP ataupun SIM asli.

Nah, biasanya, jika kita berlangganan untuk sewa kamera tersebut, artinya selama sebulan mungkin akan melakukan sewa kamera selama beberapa kali dan berlanjut hingga ke bulan berikutnya. Mintor sebagai returning customer diberikan sebuah kartu membership yang tidak perlu lagi untuk memberikan data diri, karena sudah dikenal baik dan dipercaya.

Kartu membership juga membantu kamu untuk tracking dan melakukan analisis data. Misalnya, kamu bisa mencari tahu produk mana yang lebih banyak disewa atau lebih laris. Dan juga, produk apa saja yang jarang terjual, kurang lebih prinsipnya sama dengan hukum pareto 80/20, atau hukum yang menyatakan kita hanya perlu fokus pada 20% kerja keras atau input yang bisa menghasilkan 80% output atau hasil.

Bisa dibilang kelima ini adalah strategi marketing terbaik untuk kamu menjalankan bisnis rental kamera. Menurut kamu, bagaimana dengan tren dan insight untuk bisnis rental kamera? Nantikan postingan STORE2GO berikutnya ya.

Baca artikel menarik lainnya: 5 Alasan Kenapa Starbucks Gagal di Australia