News

5 Alasan Kenapa Kamu Ragu Menjalankan Bisnis dan Solusinya

Sebuah ide untuk menjalankan bisnis memang penuh tantangan dan keceriaan. Ada masa-masa di mana menjalankan bisnis sangat sulit, tapi ada juga masa di mana bisnis bisa berkembang sangat pesat dan menghasilkan profit yang luar biasa. Reward yang bisa didapatkan tentunya sangat masif, tapi kerugian juga mungkin terjadi. Permasalahannya adalah banyak orang masih plin-plan atau ragu menjalankan bisnis, dan rata-rata berasal dari ketakutan akan kerugian yang mungkin dialami. Mintor akan bahas selengkapnya alasan kamu plin-plan menjalankan bisnis.

Baca juga: Strategi Marketing untuk Bisnis Franchise agar Cabang Menjamur

Mintor paham bahwa banyak sekali orang yang ingin memulai bisnis tetapi ada secercah kegelapan yang membuat banyak orang untuk mundur. Kegelapan inilah yang menjadi faktor utama banyak orang gagal berbisnis dan tidak pernah bisa bangkit lagi. Perjalanan kehidupan pengusaha memang penuh lika-liku, ada fase di atas dan di bawah, tapi pada dasarnya setiap orang ingin berbisnis untuk mendapatkan keuntungan. Itu adalah tujuan utamanya.

Namun, pada prosesnya, ketika kita memulai bisnis, pasti ada saja masalah-masalah yang harus dilalui. Pastinya semua pengusaha setidaknya pernah mengalami fase-fase banyak masalah ketika baru merintis bisnis. Tidak ada bisnis yang bisa berjalan sempurna dan langsung menghasilkan profit yang banyak. Itu adalah hal yang mustahil. Oleh karena itu, kamu juga jangan mudah percaya terhadap iklan “bisnis cepat kaya” yang biasa ditonjolkan di platform media sosial sekarang ini.

Ada pepatah seperti ini: “memulai bisnis itu tidak semua orang bisa. Hanya orang terpilih yang bisa handle naik turunnya bisnis, risiko dan hasil, serta kerja keras yang ditorehkan.”

Jadi, sebelum kita memulai lebih lanjut, tanyakanlah pada dirimu sendiri hal ini: “apakah saya siap? Apakah siap dengan kerugian yang mungkin dihadapi? Bersedia memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk dicurahkan semuanya ke dalam bisnis? Apakah saya mempunyai visi yang jelas tentang bisnis saya?”

Jika determinasi kamu sudah kuat dalam memulai bisnis, dan jawaban yang kamu miliki dari pertanyaan di atas sudah jelas. Maka, selamat! Kamu telah mencapai satu langkah ke depan dalam memulai bisnis. Tapi, jika masih ada sedikit keraguan atau plin-plan dalam dirimu, tenang saja! Mari kita bahas lebih lengkap keraguan apa saja atau hal yang membuat kamu plin-plan menjalankan bisnis?

Baca juga: 5 Strategi Bisnis Sukes ala Orang Tionghoa

1. Takut dengan kegagalan

Ini adalah perasaan yang seringkali dialami oleh banyak pengusaha, baik itu orang yang baru belajar merintis bisnis, maupun orang yang sudah berpengalaman puluhan tahun dalam berbisnis. Rasa takut ini adalah sifat alami manusia. Dan hal ini sudah menjadi insting bertahan hidup kita sejak zaman nenek moyang, di mana kita akan merasa takut terhadap hal-hal yang menakutkan, seperti misalnya takut nyawa akan terancam, takut harta akan punah, takut ditinggal pasangan, takut mengalami kerugian besar, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Apa Perbedaan Antara Direktur Utama dan Komisaris Utama?

Tapi beginilah kenyataannya: kegagalan adalah bagian dari perjalanan memulai bisnis. Dengan gagal, kita dapat tumbuh dan bangkit lebih tinggi lagi. Kita bisa belajar dari kegagalan itu agar bisa merancang strategi yang lebih baik dalam bisnis, ataupun mendapatkan insight supaya bisnis tidak lagi jatuh ke dalam jurang. Fakta uniknya adalah faktor “kegagalan” inilah yang membedakan entrepreneur sejati dan entrepreneur gadungan.

Salah satu cara untuk mengatasi rasa takut akan kegagalan ini adalah dengan memulai dari hal-hal kecil. Ingat kata-kata “one step at a time”? Inilah yang bisa diimplementasikan dalam bisnis. Misalnya, kamu ingin buka pabrik roti, mulailah dari hal-hal kecil, seperti produksi rumahan, jangan beli mesin yang terlalu mahal, ketahuilah strategi apa yang cocok ke depannya dari memulai hal-hal kecil seperti itu.

Atau bisa juga dengan memvalidasi pasar atas ide-ide kamu dengan skala kecil. Bisa dengan melakukan beta test, meminta feedback ataupun arahan dari orang-orang yang bersedia memberikan kritik untuk membangun produk kamu lebih baik lagi.

Hal ini juga bisa berarti ketika kamu ingin memulai bisnis tapi saat ini masih berstatus karyawan, janganlah langsung terbesit ide resign. Seperti biasa, tes ide kamu terhadap jumlah pasar yang lebih kecil, misalnya menjual roti buatanmu ke teman-teman kantor, apakah mereka suka, rasa apa saja yang paling favorit? Intinya adalah langkah demi langkah kamu lakukan dengan hati-hati.

Cara lainnya untuk mengatasi rasa takut akan kegagalan juga bisa dengan mengubah lingkungan hidup kamu. Gabunglah bersama dengan komunitas para pengusaha, isi lingkungan teman-teman dekatmu dengan orang-orang yang mempunyai mindset dan jiwa bisnis yang membara.

Baca juga: 8 Startup yang Gagal Merintis di Indonesia

2. Sulit fokus pada satu hal (tidak konsisten)

Inilah kebenarannya: pengusaha sejati adalah master dari segala master bentuk kefokusan. Mereka adalah orang yang paham mengenai apa yang mereka ingin capai dan bagaimana caranya agar tidak terdistraksi.

Ini juga yang harus kamu tanamkan dalam mindset kamu supaya kamu menjadi orang yang konsisten. Seringkali, pengusaha bisa juga gagal ataupun tidak ingin memulai bisnis karena mereka adalah orang yang tidak bisa fokus pada satu hal.

Misalnya, ketika sudah memulai bisnis minuman, dia ingin sekaligus juga mencoba bisnis furnitur. Tentu saja, kedua bisnis itu berada di lini industri yang berbeda, learning curve untuk bisa mendapatkan profit akan semakin sulit dicapai kalau fokus kamu terbelah-belah.

Mulailah dengan fokus pada satu hal, dan memulai one step at a time. Kamu punya keahlian untuk menjadi pengrajin kayu? Ya bukalah bisnis produk furnitur, jangan buka bisnis lain secara bersamaan. Selain fokus kamu terbelah, modal yang kamu keluarkan juga akan semakin besar. Mulai dari hal kecil untuk meningkatkan penjualan bisnis kamu.

Intinya, tetap fokus pada apa yang ingin kamu capai dan jalankan. Jangan mudah tergiur dengan model bisnis lain yang menguntungkan. Atau jangan mudah bosan.

Dan juga, kasus yang seringkali terjadi adalah ketika bisnisnya dilanda kegagalan, maka ia akan mulai malas menjalankan bisnis itu dan memulai bisnis yang lain. Ini yang salah! Karena yang mintor lihat realitanya adalah banyak pengusaha bisa sukses bisnisnya selama puluhan tahun berdiri karena mereka tetap fokus dan konsisten pada satu industri atau satu perusahaan.

Barulah ketika perusahaan sudah sangat besar, kamu bisa rekrut manajemen untuk ekspansi bisnis ke bidang lain. Tapi, di saat ingin memulai bisnis, agar kamu tidak plin-plan, sebaiknya mulailah fokus pada satu bidang industri sesuai keahlian atau yang ingin kamu capai.

Baca juga: Sejarah Perkembangan Industri Logistik di Indonesia

3. Tidak mempunyai modal dan kesiapan mental

Tidak mempunyai modal dan kesiapan mental menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang plin-plan dalam menjalankan bisnis. Modal adalah kunci utama dalam membangun bisnis. Tapi, kesiapan mental juga mendukung strategi perencanaan yang baik dan terarah.

Kalau kamu tidak mempunyai modal, ini yang jadi masalah. Jangan pernah sampai terpikirkan oleh kamu “modal nekat” alias dengan uang pas-pasan dan mental yang belum siap, kamu ingin memulai bisnis karena tekanan untuk menjadi sukses dan kaya raya semakin tinggi oleh kerabat ataupun keluarga.

Saat ini gaji kamu kecil sehingga tidak bisa menabung untuk mengumpulkan modal bisnis? Carilah sampingan lain. Sebenarnya, jika sudah ada niat yang kuat dan mental yang siap, modal bisnis bisa dikumpulkan dengan konsisten dan kerja keras.

Tentu saja tujuan kamu sebagai pengusaha adalah agar tidak stuck sebagai karyawan selamanya, melainkan menjadi bos sendiri. Pastikan kamu punya kesiapan mental dan modal yang cukup untuk memulai bisnis.

Aturan yang direkomendasikan adalah, kamu menghitung terlebih dahulu biaya operasional atau biaya lainnya yang timbul selama sebulan bisnis beroperasi, kalikan itu menjadi 12 bulan. Artinya, kamu perlu menyiapkan dana atau modal selama setahun ke depan.

4. Tidak didukung keluarga dan kerabat

Kenapa banyak orang plin-plan menjalankan bisnis? Pasti ada salah satu faktornya adalah karena tidak adanya dukungan baik dari pihak keluarga maupun teman dekat. Ini balik lagi ke diri masing-masing, karena ini adalah masalah internal.

Seringkali juga kita menemukan pihak keluarga yang merasa seperti ini: “sudah jangan mulai bisnis, pilih yang pasti-pasti saja, kerjaan sekarang kan sudah enak.” Ini adalah cetusan yang dapat menghambat kehidupanmu.

Pertama, mintor rekomendasikan bicarakan baik-baik dengan keluarga bahwa kamu sudah memiliki perencanaan yang matang dan yakin bahwa ini akan menjadi sebuah kesempatan. Bilang juga bahwa kegagalan adalah hal yang pasti, bahkan kerja pun sudah pasti memiliki kegagalan apalagi risiko PHK juga tidak kecil.

Kedua, mulai secara diam-diam dan tunjukkanlah ketika sudah ada hasilnya. Jika benar-benar tidak ada yang mendukung, kamu bisa mulai bisnis dengan diam-diam, tapi dukungan itu memang penting adanya, ya bisa kamu mendapatkan dukungan dari komunitas para pebisnis, carilah mentor yang sedia memberikan masukan untuk bisnismu.

5. Takut akan ketidaktahuan

Alasan lainnya kenapa banyak orang plin-lan dalam menjalankan bisnis adalah karena takut terhadap kehampaan dan ketidaktahuan yang mungkin terjadi di masa depan.

Apalagi buat orang-orang yang baru pertama kali terjun memulai bisnis. Apa yang akan terjadi kehidupannya? Apakah akan terjadi pandemi? Apakah akan ada badai inflasi? Hal-hal seperti ini tentunya menanamkan ketakutan pada orang-orang yang ingin mulai bisnis.

Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya dan merasa ragu untuk memulai bisnis jika masa depannya tidak pasti.

Inilah keindahan dari memulai bisnis—atau bisa didefinisikan sebagai tantangan juga, terserah kamu. Pada intinya, hidup memang misteri, tidak akan ada yang tahu ke depannya. Jangan sampai hanya karena kamu tidak punya kekuatan super melihat masa depan, kamu merasa ragu bahkan tidak ingin memulai bisnis.

Tidak akan ada seorang pun yang tahu masa depanmu akan seperti apa. Bahkan pemberi ramalan itu juga tidak akan tahu tentang masa depanmu dengan jelas. Mereka hanya menggunakan bahasa interpretasi dan quatrain yang tidak begitu gamblang.

Intinya, kehidupan ini misteri, akan selalu ada risiko ke depannya. Tapi, kalau kamu tidak mulai karena takut pada hal ini, kamu akan melewatkan banyak hal dalam kehidupanmu.

Orang-orang juga memiliki ketakutan yang sama, tapi mereka berani mengambil risiko, misalnya pindah tempat kerja, membeli rumah impian, dan lain-lainnya. Semua itu datang dengan risiko, tetapi mereka tetap berani mengambil risiko itu.

Baca juga artikel menarik lainnya: Dampak Positif Belanja Online untuk Pertumbuhan Ekonomi